Acer

Cara Mengatasi No Bootable Device Pada Laptop Acer Windows 7

32
×

Cara Mengatasi No Bootable Device Pada Laptop Acer Windows 7

Sebarkan artikel ini

Apakah Anda sedang mengalami masalah “No Bootable Device” saat menghidupkan dengan sistem operasi Windows 7? Jangan khawatir, Anda berada di tempat yang tepat! Dalam artikel ini, saya akan memberikan tutorial lengkap tentang cara mengatasi masalah tersebut. Saya akan menjelaskan secara detail langkah-langkah yang perlu Anda lakukan untuk memperbaiki masalah ini. Jadi, mari kita mulai!

Apa itu “No Bootable Device”?

Sebelum kita mempelajari cara mengatasi masalah ini, penting untuk memahami apa yang dimaksud dengan “No Bootable Device”. Pesan ini muncul ketika BIOS (Basic Input/Output System) tidak dapat menemukan perangkat penyimpanan yang dapat digunakan untuk memuat sistem operasi, seperti hard drive atau solid state drive (SSD).

Ada beberapa alasan mengapa pesan ini muncul. Mungkin ada masalah dengan pengaturan BIOS, drive hard disk yang rusak, kabel SATA yang tidak terhubung dengan benar, atau bahkan ada virus yang menginfeksi sistem operasi Anda. Sekarang, mari kita lihat langkah-langkah yang harus Anda lakukan untuk mengatasi masalah ini.

Langkah 1: Restart Laptop Anda

Satu-satunya hal yang perlu Anda lakukan saat pertama kali melihat pesan “No Bootable Device” adalah me-restart Anda. Terkadang, masalah ini bisa terjadi karena kesalahan sementara. Dengan me-restart , Anda memberikan kesempatan bagi BIOS untuk memuat ulang pengaturan dan mencoba lagi untuk mencari perangkat penyimpanan yang sesuai.

Untuk me-restart , cukup tekan tombol power dan tahan selama beberapa detik hingga mati. Kemudian, tekan tombol power lagi untuk menghidupkannya kembali. Setelah menyala kembali, periksa apakah masih muncul pesan “No Bootable Device”. Jika masih muncul, lanjutkan ke langkah berikutnya.

Langkah 2: Periksa Pengaturan Boot di BIOS

Jika pesan “No Bootable Device” masih muncul setelah me-restart , langkah selanjutnya adalah memeriksa pengaturan boot di BIOS. BIOS adalah antarmuka perangkat lunak yang memungkinkan Anda mengatur berbagai pengaturan perangkat keras di Anda.

Untuk masuk ke BIOS, Anda perlu menekan tombol tertentu saat sedang menyala. Biasanya, tombol yang perlu ditekan adalah F2, F10, atau Del. Namun, tombol yang harus Anda tekan mungkin berbeda-beda tergantung pada model Anda. Coba tekan beberapa tombol ini secara bergantian saat menyala hingga Anda masuk ke BIOS.

Setelah Anda masuk ke BIOS, cari opsi Boot atau Boot Priority. Di sini, pastikan bahwa perangkat penyimpanan yang Anda gunakan untuk menginstal sistem operasi (misalnya hard drive atau SSD) terdaftar sebagai perangkat boot utama. Jika tidak, pilih perangkat tersebut dan geser ke posisi teratas menggunakan tombol panah di keyboard. Simpan pengaturan Anda dan keluar dari BIOS.

Setelah keluar dari BIOS, restart Anda dan periksa apakah pesan “No Bootable Device” masih muncul. Jika masih muncul, lanjutkan ke langkah berikutnya.

Langkah 3: Periksa Kabel SATA

Jika pesan “No Bootable Device” terus muncul, ada kemungkinan bahwa kabel SATA yang menghubungkan hard drive atau SSD ke motherboard tidak terhubung dengan benar. Kabel SATA adalah kabel yang bertanggung jawab untuk mentransfer data antara perangkat penyimpanan dan motherboard.

Matikan Anda dan buka penutup belakang untuk mengakses komponen internal. Cari kabel SATA yang terhubung ke hard drive atau SSD. Lepaskan kabel tersebut dengan hati-hati, kemudian hubungkan kembali dengan kuat. Pastikan kabel terpasang dengan benar dan tidak ada koneksi yang longgar.

Setelah kabel SATA terhubung dengan benar, pasang kembali penutup belakang dan hidupkan Anda. Periksa apakah pesan “No Bootable Device” masih muncul. Jika masih muncul, lanjutkan ke langkah terakhir.

Langkah 4: Perbaiki Sistem Operasi Anda

Jika semua langkah di atas tidak berhasil mengatasi masalah, ada kemungkinan ada masalah dengan sistem operasi Anda. Mungkin ada file yang rusak atau bahkan ada virus yang menginfeksi sistem operasi Anda.

Untuk memperbaiki sistem operasi Anda, Anda dapat menggunakan DVD instalasi Windows 7 Anda. Masukkan DVD instalasi ke dalam dan restart . Saat menyala, tekan tombol yang ditunjukkan untuk memasuki menu boot. Pilih DVD instalasi sebagai perangkat boot utama dan ikuti petunjuk di layar untuk memperbaiki sistem operasi Anda.

Jika Anda tidak memiliki DVD instalasi Windows 7, Anda dapat menggunakan drive USB bootable. Buat drive USB bootable dengan menggunakan media instalasi Windows 7 dan software seperti Rufus. Restart dan masuk ke menu boot. Pilih drive USB sebagai perangkat boot utama dan ikuti petunjuk di layar untuk memperbaiki sistem operasi Anda.

Kesimpulan

Mengatasi masalah “No Bootable Device” pada dengan sistem operasi Windows 7 bisa menjadi tugas yang membingungkan. Namun, dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda memiliki peluang yang baik untuk memperbaiki masalah tersebut sendiri. Jika semua langkah di atas gagal, disarankan untuk membawa Anda ke teknisi komputer profesional untuk diperiksa lebih lanjut.

Ingatlah selalu untuk mem-backup data penting Anda secara berkala agar tidak kehilangan data saat mengatasi masalah seperti ini. Selamat mencoba dan semoga berhasil!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *